Langsung ke konten utama

Pengaruh Pemberian Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi Terhadap Perubahan Perilaku Klien Isolasi Sosial

Penulis
  • Surya Efendi,
  • Atih Rahayuningsih,
  • Wan Muharyati

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap Perubahan Perilaku Klien Isolasi Sosial di Ruang Gelatik RS Jiwa Prof HB Sa’anin Padang. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment tanpa kelompok kontrol dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah klien isolasi sosial yang diambil secara purposive sampling berjumlah 10 orang. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan pedoman wawancara.Nilai rata-rata pretest 31,5 dan posttest 40,1. Data diuji dengan Uji Beda Dua Mean Dependen (Paired Sampel) dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil uji statistik didapatkan  p  =  0,00  (p<0,05).  Hal  ini menunjukkan  terdapat  pengaruh  yang  bermakna  pada  pemberian  TAKS  terhadap  perubahan perilaku klien isolasi sosial.  Diharapkan kepada perawat rumah sakit untuk dapat meningkatkan pelaksanaan TAKS dengan memperhatikan indikasi klien yang bisa diikutsertakan dalam kegiatan TAKS. Kemudian kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat melanjutkan penelitian ini dengan menggunakan teknik kualitatif.

Kata kunci: isolasi sosial, perubahan perilaku, terapi aktifitas kelompok

Pengaruh Pemberian Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi Terhadap Perubahan Perilaku Klien Isolasi Sosial

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stres Kerja pada Perawat Instalasi Gawat Darurat di RSUD Pasar Rebo Tahun 2014

Penulis Dewi Yana ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang stres kerja serta faktor yang mempengaruhi stres kerja pada perawat IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD Pasar Rebo Tahun 2014.  National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) membagi  faktor  yang  mempengaruhi  stres  kerja  menjadi  faktor  kondisi  pekerjaan,  non  pekerjaan,  individu  dan dukungan. Penelitian dilakukan pada 24 perawat IGD. Desain penelitian  yang digunakan adalah desain deskriptif observasional  dengan  metode  cross  sectional.  Pada  penelitian  ditemukan  45,8%  perawat  mengalami  stres  yang tinggi.  Perbedaan  proporsi  terbesar  ditemukan  pada  faktor  individu  (kepercayaan  diri)  dan  dukungan  (dukungan atasan). Hasil penelitian merekomendasikan perbaikan deskripsi kerja  yang...